Outlook Perbankan 2014 : Industri Syariah Bakal Terkoreksi

Outlook Perbankan 2014 : Industri Syariah Bakal Terkoreksi

JAKARTA—Industri perbankan syariah akan terkoreksi pada 2014 seiring dengan penurunan pertumbuhan, perlambatan ekonomi global, dan gejolak yang dihadapi pasar keuangan.

Dinamika perekonomian yang kurang kondusif bagi perkembangan sektor riil ternyata berdampak cukup signifikan sehingga perlu dilakukan penyesuaian proyeksi 2013.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus D. W. Martowardojo mengungkapkan pertumbuhan industri syariah akan berada pada kisaran 20% pada 2014. Di tengah mengetatnya likuiditas perbankan syariah, dia mengharapkan agar pertumbuhan pembiayaan sejalan dengan dana pihak ketiga (DPK).

Berdasarkan statistik BI, jumlah pembiayaan yang telah disalurkan oleh industri perbankan syariah hingga Oktober 2013 tercatat senilai Rp179,28 triliun, tumbuh 32,23% dari posisi Rp135,58 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Adapun pertumbuhan DPK masih tetap lebih rendah dari pembiayaan. Hingga Oktober 2013, DPK yang dihimpun senilai Rp174 triliun, tumbuh 29,8% dari posisi Rp134 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

“Bila perbankan syariah mengalami kesulitan likuditas, bisa meminjam dari BI sebagai lender of last resort untuk memenuhi kebutuhan likuiditas,” katanya, Senin (16/12).

Proyeksi semula 2013 untuk skenario pesimistis, aset mencapai Rp255 triliun, dana pihak ketiga (DPK) Rp168 triliun, dan pembiayaan Rp200 triliun. Setelah revisi dilakukan, proyeksi akhir 2013 dipangkas menjadi Rp213,75 triliun untuk aset, DPK Rp174,43 triliun, dan pembiayaan Rp180,3 triliun.

Direktur Eksekutif Perbankan Syariah Bank Indonesia Edy Setiadi mengakui perlambatan pembiayaan mulai terasa.

Di sisi lain, Edy mengatakan rasio pendanaan terhadap pembiayaan (financing to deposit ratio/ FDR) yang sudah mencapai 103%, masih tergolong aman karena perbankan syariah memiliki induk usaha, yang siap untuk menjaga dan memberikan suntikan kepada anak usaha syariah.

Meski demikian, Edy tetap optimistis pertumbuhan industri perbankan syariah pada 2014 akan lebih baik dari pada 2013.

Sementara itu, pangsa pasar industri perbankan syariah belum juga genap menyentuh 5% dari industri bank konvensional yakni sebesar 4,8%. Agus mengharapkan agar akhir 2013, industri perbankan syariah bisa menyentuh pangsa pasar 5%.

“Belum tercapai 5% karena keterbatasan insani untuk mendukung dan mengoptimalisasikan industri, sehingga untuk mencapai 5% membutuhkan waktu,” ujar Agus.

Direktur Utama PT Bank Syariah Mandiri Yuslam Fauzi mengungkapkan pada 2014 perseroan akan menjaga pertumbuhan pada kisaran 20%—25%. “Kami tak akan terlalu agresif dan akan ada perlambatan pertumbuhan sejalan dengan perlambatan industri syariah nasional.”

Sumber : Harian Bisnis Indonesia (17/12/13)

Response to this project

characters left

No comments yet.